HULALIU

ANEKA RAGAM MOTIF BATIK DARI PAPUA

14 Desember 2009

Setelah Teman-teman Membaca Judul Dari Postingan Ini Saya Yakin Pasti teman semua bertanya-tanya Siapa sih Pelopor pembuat Batik Papua?? Apakah Orang Papua ??atau Orang Pendatang Dari Pulau Jawa???...Dulu Saya Juga Bertanya-tanya Tentang Ini....
Tapi akhirnya Saya Mendapat Informasi Secara Tidak Langsung Dari Seseorang Yang Bernama Chandra Malini, Pada Tanggal 08 Oktober 2009 Dia Berhasil Mewawancarai pemilik Butik Batik Aneka

Berikut ini Sekelumit cerita di balik pendirian Butik Batik Aneka, Pelopor Batik Papua di Indonesia


Batik Aneka yang berpusat di kota Jayapura, Papua berdiri atas inisiatif Pemerintah Papua melalui  sebuah yayasan yaitu Yayasan Pembangunan Papua .  Batik Aneka merupakan pelopor batik yang pertama kali di Papua.  Pada awal berdirinya, Batik Aneka memang di dedikasikan untuk masyarakat asli Papua baik dari sisi managemen maupun desain batik sehingga keorisinalitasnya dapat terjaga. Sengaja di datangkan guru batik dari Jawa dan Mancanegara supaya mereka (para staf desain Batik Aneka kala itu) dapat menimba ilmu desain dan manajemen kemudian menerapkannya pada Batik Papua.  Namun dalam berkembangannya Batik Aneka kemudian di ambil alih oleh pemilih Batik yang sekarang (bukan masyarakat asli papua). Saat ini Batik Aneka mendesain dan memasarkan sendiri produk-produk mereka.  Cabang Batik Aneka ada di kota Sorong dan Timika.


Motif-motif Batik Aneka-Papua

Saat ini mulai bermunculan produk-produk serupa dengan Batik Aneka di pasaran.  Namun begitu secara garis besar motif-motif batik papua khususnya Batik Aneka terdiri atas;

  • Motif Kamoro
    Ciri-cirinya adalah ada simbol patung berdiri seperti pada gambar di bawah ini.




  • Motif Asmat
    Ciri-cirinya adalah ada simbol patung setengah berdiri/duduk seperti pada gambar di bawah ini.







  • Moftif Cendrawasih
    Ciri-cirinya sudah jelas yaitu terdapat simbol burung cendrawasih, contohnya adalah gambar berikut ini.




  • Motif Sentani
    Ciri-cirinya adalah ada gambar alur melingkar-lingkar kayu seolah-olah kayu tersebut dibelah.


  • Motif Ukiran Jayapura



    • Motif Biak


    • Ada juga motif-motif yang tidak masuk kategori di atas.  Kita namakan aja motif campuran






    Batik aneka hadir dalam berbagai macam jenis bahan kain antara lain;

    • Shantung, kainnya mirip kain tissue dan licin
    • Katun
    • Sutra, kainnya lebih “jatuh” daripada shantung
    • Prima, kualitas kainnya di bawah katun
    • Tissue Sutra (diatasnya sutra), kain paling oke kualitasnya.

    Saya setuju jika kita harus terus menggali identitas batik papua sehingga tidak hanya mengekor batik jawa.  Batik Papua harus mempunyai ciri-ciri yang membedakan dari batik jawa meskipun ide awal dari batik papua juga berawal dari batik jawa. 


    Jika anda tertarik dengan batik papua, silahkan hubungi saya :) Hp : +6281340705279  Semoga artikel ini bisa berguna untuk siapa saja.


    Sumber : timikaunique.blogspot.com

    AddThis Social Bookmark Button
    Link ke posting ini Email this post


    CERITA SINGKAT TENTANG KOTA MANOKWARI

    11 Desember 2009






    Kota Manokwari

    Manokwari adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibukota dari Provinsi Papua Barat, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 18.746 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 150.000 jiwa.

    Manokwari terletak di pantai utara Daerah Kepala Burung Pulau Papua. Kota ini merupakan salah satu kota bersejarah bagi masyarakat Kristen di Papua karena pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang penginjil mendarat di Pulau Mansinam dan memulai karya penyebaran agama Kristen Protestan di kalangan suku-suku yang masih suka berperang satu sama lain.


    IKLIM

    Kabupaten Manokwari tergolong daerah beriklim basah, curah hujan cukup tinggi, rata-rata 2688 mm pertahun, hutan rata-rata 123 hari pertahun. Suhu antara 260C sampai 320C dan kelembaban rata-rata 84,7% dan intensitas panas matahari 54,3%.

    FLORA DAN FAUNA
    Flora:
    Jenis flora di Kabupaten Manokwari sama dengan jenis flora di Australia seperti Arancavis, Darydrum, Lybfocedrus, Tristanea, dan lain-lain. Bagian terbesar dari kawasan ini tertutup oleh hutan-hutan tropis.
    Jenis Pohon yang terdapat di Kabupaten Manokwari adalah pohon Matoa. Aghtis, Rhizopora, Instsia dan Bugeira, dan lain-lain. Dari 819 species anggrek yang tumbuh di Papua, banyak terdapat di daerah Manokwari seperti jenis Debrebium Speclabile JJS.

    Fauna:
    Jenis fauna yang terdapat di Kabupaten Manokwari sama halnya dengan daerah-daerah lain di Papua. Burung Cendrawasih, Burung Kakatua Hitam, Burung Mambruk, Ayam Hutan, Nuri, Biawak, Penyu Belumbing, dan lain-lain ditemui di Kabupaten ini. Selain binatang-binatang tersebut, terdapat pula beragam jenis kupu - kupu yang sangat menarik dan beraneka warna hidup di Pegunungan Arfak secara liar Pegunungan Arfak terletak di Timur Laut Kepala Burung Papua, secara hukum telah dikukuhkan sebagai status Cagar Alam. Cagar Alam Pegunungan Arfak memiliki keanekaragaman hayati yang tak terduga nilainya, baik Fauna maupun Floranya.
    Salah satu potensi sumber daya alam yang unik lagi menarik dan sangat dikagumi karena kelangkaanya. Dekorasi sayap begitu indah bila tertimpa sinar matahari terlihat berkilapan. Pegunungan Arfak baik kawasan pelestarian dan kawasan penyangganya merupakanpusat utama evolusi dari kelompok sayap burung (Ornithoptera spp).






    Dan Selama ini Mungkin kita hanya kenal Manokwari sebagai kota buah2an , Flora, Fauna dan tempat Injil masuk pertama kali di Papua sj kapa e...??? jd mgkn byk dr torang yg mengasumsikan bhw kota Manokwari pu usia sama dgn HUT PI [154 thn]... jd kali ini sa mw kasitau sj sejarah kota Manokwari sdikit yg sa tau... smoga bermanfaat... klo ada yg kurang tepat, silakan dikoreksi... trima kasih...

    pada awal masuknya Injil di Papua daerah yg skarang dikenal dengan nama Manokwari nih disebut Dorebaai atau Teluk Doreri, penyebutan nama Manokwari berasal dari bahasa Byak karena daerah pesisir teluk Doreri dan sebagian besar daerah pantai utara kepala burung [Vogelkoop] Papua pada saat itu didiami oleh para pendatang dari kepulauan Biak dan Numfor itulah sebabnya banyak nama2 tempat di daerah2 tersebut tra pake nama2 setempat tapi malah pake bahasa Biak... termasuk nama Manokwari yg berasal dari kata Mnu yg berarti Kampung dan Kwar yg berarti Tua atau Lama. Hal ini dikarenakan kondisi alam peseisir Doreri yg mirip dengan pantai2 di dong p tempat asal [dong bilang Asaibori lbh bagus dr Pasir Putih k...? trada mo... hehehe...] tp karena meneer2 Blanda dong tra bisa lafalkan Mnukwar scr baik jd dong tulis di  dong p surat2 tuh Manokwari...

    Peringatan HUT Manokwari sendiri diangkat dari tanggal penetapan Pos Pemerintahan Hindia Belanda pertama di Manokwari pada tanggal 8 November 1898.

    Pada saat sa tumbuh di Manokwari [akhir 80-an sampe awal 2000] Manokwari cuma dikenal sebagai suatu kota tua dan kota buah2an yg cuma rame tanggal 5 Februari saja... 364 hari sisa tuh cuma ktong sendiri di kota itu yg bikin rame... saking sunyinya dulu sa p tanta bilang boh, manokwari besar apa k? jarum jatuh di bakaro sj orang di rendani bisa dengar mo... hehehe...

    tp skarang... tuher, rame macam... skrg diusia yg ke-111 Manokwari dan semua yg tinggal di dalamnya punya berbagai tantangan untuk dihadapi... mulai dari idustrialisasi, penambahan penduduk, HIV/AIDS, pengangguran, inkonsistensi pelaksanaan perda miras... dan yg bikin sa sedih tuh, org2 tinggal batariak utk perda kota Injil tp macam su trada yg tergerak utk jalankan ajaran Injil dlm kehidupan sehari-hari k... baru sj beberapa minggu lalu ada orang dpt bunuh dan dimutilasi sampe tra baik... tiap hari ada sj org mati gara2 miras... semua buka mulut utk tutup 55 padahal yg di jalanan ada tahambur stengah mati... inikah wajah kota Injil...??? apakah memang layak Manokwari menyandang status kota Injil...??? cuma ktong warga Manokwari sj yg bisa jawab... bukan Gubernur, bukan Mendagri, bukan Presiden, bukan ketua Sinode, dll...

    mengenai Perda Kota Injil, sa cuma mw bilang sj... dengan atw tanpa perda, Manokwari tetap kota Injil semua org mengakui... dan Kristus sendiri yg memilih Manokwari utk jd tempat pendaratan Injilnya... bukan Ottow & Geissler, bukan Van Hasselt, bukan Petrus Kafiar, bukan Kijne... dan Injil itu tra bisa dibatasi oleh apapun apalagi cuma pake Perda itu...  Injil itu milik semua orang krn DIA datang utk semua orang... jd kalaupun Perda itu tidak gol, ktong smua harus tetap bersukacita dlm Kristus...

    akhirnya, selamat ulang tahun Manokwari... ktong smua berharap akan pembangunan yg baik, yg kontinu dan yg berpihak pada masyarakat... semoga selalu damai, penuh kasih dan selalu bisa menjadi tempat bersembunyi dan berlari dari kebisingan hidup dan kesibukan dunia yg memuakan...



    *)ditulis utk memperingati hari jadi kota tercinta MANOKWARI yg ke-111 [8 November 1898 - 8 November 2009]... my life begins here... utk semua warga dan semua sudut kota Manokwari yg selalu bikin rindu... tiada tempat seindah rumah... MANOKWARI yg selalu...Mempesona  GBU All



    Sumber : www.yaswarau.com
                  http://manokwari.info
                  http://www.manokwarikab.go.id

    AddThis Social Bookmark Button
    Link ke posting ini Email this post


    Copyright 2009-2010 by : elfino